Cuaca Ekstrem Terjang Gedangsari, Polsek dan Warga Bahu-Membahu Tanggulangi Banjir & Longsor


.

​GUNUNGKIDUL – Hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kapanewon Gedangsari pada Selasa sore (17/02/2026) memicu serangkaian bencana alam di Kalurahan Tegalrejo. Luapan sungai dusun dan tanah longsor dilaporkan menerjang Padukuhan Ngipik dan Padukuhan Trembono, menyebabkan kerusakan infrastruktur serta memaksa sejumlah warga mengungsi.

​Bencana bermula sekitar pukul 15.00 WIB saat debit air sungai dusun meningkat drastis hingga menjebol tanggul. Berdasarkan pantauan lapangan, dua wilayah terdampak paling parah yaitu​Padukuhan Ngipik, mengalami banjir luapan merendam kediaman Bapak Joko Mulyono dan Bapak Saiman. Sebanyak 7 jiwa terpaksa diungsikan ke masjid dan rumah kerabat untuk mengantisipasi banjir susulan.

Sementara di ​Padukuhan Trembono, tercatat 7 rumah warga terendam luapan air yang merusak perabot rumah tangga. Selain banjir, kondisi geografis yang berbukit memicu tanah longsor di 5 titik pemukiman serta kerusakan parah pada Jalan Kabupaten penghubung Trembono – Hargosari.

​Selain kerusakan perabot rumah tangga akibat rendaman air, dampak longsor dilaporkan menimbulkan kerusakan bangunan, Rumah Bapak Yono Miharjo mengalami tembok roboh, sementara rumah Bapak Suratno dinyatakan rawan huni akibat pergeseran tanah.

"Talud jalan kabupaten di 3 titik mengalami longsor parah, yang saat ini mengancam keselamatan pengguna jalan dan memerlukan penanganan permanen segera,"ucap Kapolsek Gedangsari, AKP Tri Hartanto,S.H,M.H.

Terkait bencana alam tersebut, Kapolres Gunungkidul AKBP Damus Asa,S.H,S.I.K,M.H, mengambil langkah strategis dengan menurunkan personel siaga bencana ke lokasi, untuk melakukan evakuasi terhadap warga maupun memastikan keselamatan warga yang terdampak dengan memfasilitasi evakuasi ke titik aman.

( Humas Polres Gunungkidul ).

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama