Suasana Lapangan Sepak Bola Pengkol, Kalurahan Jatiayu, tampak berbeda pada Senin malam, 06 April 2026. Riuh rendah masyarakat yang memadati area tersebut menjadi bukti nyata antusiasme warga dalam menyambut pentas seni tradisional Jathil Kudo Pamungkas. Acara ini diselenggarakan sebagai bagian dari rangkaian kegiatan bersih dusun Padukuhan Sawahan, sebuah tradisi yang sarat makna sebagai wujud syukur sekaligus upaya menjaga harmoni antara manusia, alam, dan budaya.
Di balik kemeriahan acara tersebut, terdapat peran penting aparat keamanan dan unsur masyarakat yang bersinergi menjaga ketertiban. Bhabinkamtibmas Kalurahan Jatiayu, Aiptu Sunar Christianto, bersama Babinsa, anggota Polsek Karangmojo, serta anggota Jagawarga Kalurahan Jatiayu, hadir dan terlibat langsung dalam pengamanan kegiatan. Kehadiran mereka memberikan rasa aman dan nyaman bagi seluruh warga yang datang menyaksikan pertunjukan.
Sejak awal acara, petugas telah melakukan pengaturan lalu lintas di sekitar lokasi, memastikan akses keluar masuk berjalan lancar tanpa hambatan. Selain itu, pengawasan terhadap jalannya acara juga dilakukan secara intensif guna mengantisipasi potensi gangguan keamanan. Koordinasi yang baik antara aparat dan warga menciptakan situasi yang kondusif, sehingga acara dapat berlangsung dengan tertib dan lancar.
Pentas seni Jathil Kudo Pamungkas sendiri menjadi daya tarik utama malam itu. Tarian yang identik dengan gerakan dinamis dan iringan musik tradisional ini mampu memukau penonton dari berbagai kalangan. Tidak hanya sebagai hiburan, pertunjukan ini juga menjadi sarana pelestarian budaya lokal yang terus dijaga keberlangsungannya oleh masyarakat Jatiayu.
Kegiatan bersih dusun yang dirangkai dengan pentas seni ini mencerminkan kuatnya nilai kebersamaan dan gotong royong warga. Tradisi ini tidak hanya membersihkan lingkungan secara fisik, tetapi juga mempererat tali silaturahmi antarwarga. Dengan adanya dukungan dari aparat keamanan, kegiatan tersebut dapat terlaksana dengan aman, tertib, dan penuh makna.
Melalui sinergi antara Bhabinkamtibmas, Babinsa, Polsek, Jagawarga, dan masyarakat, acara ini menjadi contoh nyata kolaborasi yang harmonis dalam menjaga keamanan sekaligus melestarikan budaya. Harapannya, kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan di masa mendatang sebagai bagian dari identitas dan kekayaan budaya daerah yang patut dibanggakan.
