Menghadirkan Terang dan Garam dalam Tugas Kepolisian.
GUNUNGKIDUL - Menjadi garam dan terang dunia bagi umat Kristiani bukanlah sekadar pilihan opsional, melainkan sebuah keharusan mutlak dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Peringatan tegas ini disampaikan oleh Romo Sutrisno Putranto dari Paroki Kelor, Karangmojo, saat memimpin kegiatan pembinaan rohani dan mental bagi umat Kristiani di jajaran Kepolisian Resor (Polres) Gunungkidul, Kamis (17/9/2026).
Dalam pemaparannya, Romo Sutrisno mengingatkan kembali esensi panggilan iman yang bersumber dari ajaran Kitab Suci. Ia menekankan bahwa jika garam telah kehilangan keasinannya, ia tidak akan berguna lagi selain dibuang dan diinjak-injak orang. Pesan ini menjadi refleksi mendalam bagi para anggota Polri yang hadir agar senantiasa menjaga integritas dan ketulusan dalam melayani sesama.
Senada dengan penceramah rohani, Kapolres Gunungkidul, AKBP Damus Asa, S.H., S.I.K., M.H., turut memberikan penekanan penting. Ia mengajak seluruh personel Polri yang beragama Kristen untuk mengaktualisasikan nilai-nilai keimanan tersebut secara nyata di lingkungan kerja maupun di tengah masyarakat.
Sebagai anggota Polri sekaligus umat Kristiani, sudah sepatutnya kita senantiasa menjadi garam dan terang di manapun bertugas, ungkap AKBP Damus Asa dalam arahannya.
Lebih lanjut, Kapolres memberikan contoh konkret bagaimana prinsip garam dan terang dunia dapat diimplementasikan dalam pelaksanaan tugas kepolisian sehari-hari, seperti melalui fungsi Sikum (Seksi Hukum) yang berperan aktif memberikan pendampingan serta pembelaan hukum secara profesional kepada anggota yang sedang menghadapi permasalahan, maupun melalui fungsi Humas (Hubungan Masyarakat) yang konsisten menyebarkan informasi benar, transparan, dan edukatif kepada publik meskipun dalam praktiknya sering kali harus menghadapi tantangan, kritik, maupun kontra-opini dari warganet.
Melalui pembinaan rohani dan mental ini, diharapkan seluruh personel Polres Gunungkidul tidak hanya profesional dalam menegakkan hukum dan menjaga keamanan ketertiban masyarakat (kamtibmas), tetapi juga memiliki landasan moral yang kuat sebagai teladan kasih dan kebenaran.
