Ada Apa Antara Kapolres Gunungkidul dan Para Pegiat Media Sosial ?



​WONOSARI – Pemandangan berbeda terlihat di Rumah Makan SAG, Wonosari, pada Jumat sore (6/3/2026). Sejumlah tokoh kunci di balik grup-grup besar media sosial yang memiliki ratusan ribu anggota tampak duduk satu meja dengan jajaran PJU Polres Gunungkidul.

​Ternyata, Kapolres Gunungkidul, AKBP Damus Asa, S.H., S.I.K., M.H., sengaja mengundang para "jawara" digital ini dalam sebuah agenda buka puasa bersama yang penuh kehangatan. Hadir dalam pertemuan tersebut jajaran PJU Polres Gunungkidul, pencetus Info Cegatan Jogja (ICJ), serta para admin dan pegiat grup media sosial dari ICG, AWG, ISG, hingga perwakilan media online.

​Bukan sekadar silaturahmi biasa, ada misi besar yang dibawa Kapolres yaitu menekankan bahwa peran para pegiat media sosial sangat vital sebagai filter informasi bagi masyarakat luas.

​"Rekan-rekan di media sosial memiliki peran sebagai filter informasi bagi masyarakat. Jadi jangan sampai masyarakat ini jadi merasa tidak nyaman, apalagi resah, akibat narasi hoaks yang beredar liar," tegas AKBP Damus Asa di hadapan para pegiat medsos.

Kapolres kemudian mencontohkan tentan peristiwa demo di Polda DIY yang sempat viral. Saat itu, beredar kabar petugas menembakkan gas air mata. Padahal, faktanya suara letusan dan asap tersebut murni berasal dari kembang api yang dibawa oleh massa aksi sendiri. Di sinilah peran komunitas medsos diuji untuk meluruskan fakta sebelum kepanikan meluas.

​Langkah Kapolres merangkul komunitas digital ini disambut hangat oleh para pegiat. 
Yanto Sumantri, pencetus sekaligus pendiri Info Cegatan Jogja, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas inisiatif ini.

​"Kami menyambut sangat baik kegiatan ini. Ini adalah bentuk sinergi yang nyata antara kepolisian dan masyarakat digital," ujar Yanto. 
Ia juga menitipkan harapan agar kedepannya Polres Gunungkidul terus konsisten memberikan pelayanan yang humanis dan profesional kepada seluruh warga.

​Pertemuan ini diakhiri dengan komitmen bersama untuk membudayakan gerakan "Saring Sebelum Sharing". Langkah sederhana ini diharapkan menjadi senjata ampuh untuk menjaga ketertiban umum melalui jempol masing-masing pengguna media sosial.

'Kami mengharapkan peran serta aktif dari grup ICJ, ICG, AWG, dan ISG maupun grup media sosial lainnya, untuk menciptakan ruang digital yang lebih sehat, akurat, dan menyejukkan bagi warga Gunungkidul," ujar AKP Subarsana, Kasihumas Polres Gunungkidul.

( Humas Polres Gunungkidul ).

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama