GUNUNGKIDUL – Pemerintah Kabupaten Gunungkidul bersama jajaran jajaran TNI-Polri dan stakeholder terkait menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Lintas Sektoral Operasi Ketupat Progo 2026. Pertemuan ini dilakukan sebagai langkah antisipasi dini menjamin keamanan dan kelancaran arus mudik serta perayaan Hari Raya Idul Fitri 1447 H di wilayah Gunungkidul.
Rapat yang berlangsung pada Kamis (05/03/2026) di Ruang Rapat Handayani, Pemda Gunungkidul ini dihadiri langsung oleh Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih, S.E., M.P., Kapolres Gunungkidul AKBP Damus Asa, Dandim 0730/GK Letkol Inf Alfian Yudha Praniawan, serta unsur Forkopimda dan para relawan.
Kapolres Gunungkidul, AKBP Damus Asa, mengungkapkan bahwa berdasarkan survei Kementerian Perhubungan, pergerakan masyarakat secara nasional pada tahun 2026 diprediksi mencapai 143,9 juta orang.
"Puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada 14-15 Maret dan 18-19 Maret 2026. Sementara arus balik diprediksi pada 28-29 Maret 2026. Kami telah menyiapkan pos pelayanan serta 32 pos di jalur utama menuju lokasi wisata," jelas Kapolres.
Selain kemacetan, Polres Gunungkidul juga fokus pada upaya cipta kondisi melalui patroli stasioner pada jam-jam rawan seperti menjelang berbuka dan sahur guna mengantisipasi kejahatan jalanan, balap liar, hingga perang sarung.
Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, memberikan apresiasi atas kesiapan seluruh personel dan menekankan bahwa Lebaran bukan sekadar momentum spiritual, tetapi juga penggerak ekonomi daerah melalui sektor pariwisata.
"Kita harus siap menghadapi lonjakan pemudik dan wisatawan secara bersamaan. Saya instruksikan kepada Panewu hingga Lurah untuk aktif memantau wilayah. Mari kita buktikan Gunungkidul tidak hanya indah, tapi juga aman dan nyaman bagi semua," tegas Bupati.
Dalam paparan teknisnya, Kabagops Polres Gunungkidul, Kompol Mustaqim, memetakan sejumlah titik rawan kecelakaan, terutama di ruas jalan nasional Wonosari-Yogyakarta (Gading, Playen). Untuk mengurai kepadatan, kepolisian telah menyiapkan 8 Pos Pengamanan/Pelayanan: Termasuk di Hargodumilah, Siyono, dan kawasan pantai (Baron & Drini), rekayasa jalur via Ngalang-Prambanan atau Dlingo-Imogiri jika terjadi kemacetan parah di Patuk.
"Kami juga mensiagakan 24 personel yang dibekali peralatan ganjal ban untuk membantu kendaraan yang tidak kuat menanjak di tanjakan ekstrem seperti Slumprit dan Tanjungsari,"pungkasnya.
( Humas Polres Gunungkidul ).
