Menyapa Generasi Muda, Kapolres Gunungkidul Jadi Pembina Apel di SMKN 1 Wonosari: "Jauhi Narkoba, Ciptakan Sekolah Bebas Bullying!"

 


WONOSARI - Suasana pagi di SMKN 1 Wonosari ("Smetanova") tampak berbeda dan penuh semangat pada Senin (19/10/2026). Ribuan siswa-siswi bersama jajaran guru dan staf menyambut hangat kehadiran Kapolres Gunungkidul, AKBP Rosana Albertina Labobar, S.I.K., M.Si., yang hadir memimpin apel pagi sekolah.

​Kedatangan Kapolres yang didampingi Pejabat Utama (PJU) Polres Gunungkidul disambut langsung oleh Kepala SMKN 1 Wonosari, Bapak Rohmadi, S.Pd., M.Pd. Momen ini menjadi sarana silaturahmi sekaligus ruang komunikasi yang humanis antara kepolisian dan dunia pendidikan di Kabupaten Gunungkidul.

​Mengawali amanatnya, AKBP Rosana Albertina Labobar memperkenalkan diri secara hangat di hadapan keluarga besar Smetanova. Langkah ini dilakukan untuk makin mendekatkan sosok kepolisian dengan para pelajar, menciptakan figur pelindung dan pengayom yang ramah anak.

​Dalam pembekalannya, Kapolres memberikan penekanan kuat terkait bahaya penyalahgunaan obat-obatan terlarang. Beliau mengimbau seluruh siswa untuk membentengi diri dari bahaya pil sapi, obat terlarang jenis lainnya, hingga narkoba.

​"Jika kalian ingin memiliki masa depan yang cerah, jauhi narkoba! Jangan pernah sekali-kali mencoba, karena sekali terjerat, kalian akan terus tergantung padanya," tegas AKBP Rosana dengan lugas.

​Pesan mendalam tersebut langsung disambut gemuruh seruan "Setuju!" secara serentak dan kompak dari para siswa-siswi Smetanova yang memadati lapangan apel.

​Tak hanya persoalan narkoba, pesan moral terkait iklim belajar yang aman dan nyaman juga disampaikan. Kapolres mengajak seluruh pelajar untuk menghentikan segala bentuk tindakan bullying (perundungan) di lingkungan sekolah. Beliau berpesan agar para siswa saling merangkul dan mengingatkan satu sama lain demi menjaga rasa persaudaraan.

​Selain itu, pesan tegas ditujukan kepada seluruh pelajar di Gunungkidul agar sama sekali tidak ada yang terlibat dalam aksi tawuran antar-pelajar yang dapat merusak masa depan dan meresahkan masyarakat.

​"Jika melihat atau mengalami tindakan bullying maupun tawuran, jangan takut untuk bersuara! Segera laporkan kepada guru BK, Kepala Sekolah, atau langsung ke kantor polisi terdekat," imbaunya.

​Mengakhiri amanatnya, AKBP Rosana menyuntikkan semangat dan dorongan positif kepada para siswa untuk fokus meraih cita-cita dan berpesan agar para siswa senantiasa belajar dengan rajin, mendengarkan nasihat guru dan orang tua, serta tak lupa memperbanyak doa sebagai fondasi menggapai masa depan yang sukses.

( Humas Polres Gunungkidul ).

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama